Sejuta Puisi

Tempat ku menumpahkan semua ekspresi diri

Sekedar menumpahkan isi hati… antara FITNA dan SCHISM antara ISLAM dan KRISTEN dan Kerukunan antar umat beragama

Posted by Mr.b pada April 14, 2008

Beredarnya Film Fitna yang dibuat oleh politikus belanda Geert Wilders jujur sangat mengganggu keharmonisan dan menganggkat isu isu baru mengenai perpecahan dan peperangan antar umat beragama di seluruh dunia. Hal ini juga ikut membawa dampak ke dunia maya, yang selama ini menurut saya bagaikan sebuah surga, dimana saya dapat meraih sebuah kebebasan mengungkapkan ekspresi diri. Karena saya tidak perlu takut berpendapat tanpa menyinggung orang lain. Dan terutama Saya bisa menutup telinga tentang kekerasan dan individu dan kelompok yang berusaha menyulut Isu isu tentang sara karena saya tidak akan pernah membuka dan mencari sebuah isu mengenai SARA ( what the hell!!! )

Tetapi, seiring dengan beredarnya film diatas, mau tidak mau akhirnya saya mencari juga FILM yang sangat membuat ribut itu, dikarenakan sebuah surat sakti dari MENKOMINFO indonesia, yang isinya kurang lebih “menutup” semua akses ke film FITNA tersebut, dengan alasan yang apalah itu. Eh, ternyata kebebasan saya berkreasi ikut tertutup, dengan diblock nya access ke website dan free hosting favorit saya.. ( come on!! )

Kurang lebih Seminggu setelah kejadian itu, Beredar pula fim SCHISM buatan mahasiswa asal arab saudi yang katanya merupakan “saingan” dan “jawaban” atas film FITNA. Dan ternyata film ini katanya sempat “dianak tirikan” oleh Youtube, karena sempat ditutup oleh pihak mereka. Tetapi setelah mengirim alasan yang entah apa ( pastinya masih bersifat logis ) akhirnya pihak youtube memberikan izin untuk si mahasiswa tadi mengupload ulang video tadi ( tapi sekali lagi saya cuma membaca tulisan salah satu blog ger wordpress ). Entah apalagi yang akan terjadi setelah ini….

Nah, sekarang izinkan lah saya sedikit meluapkan isi hati saya. Film Fitna Dan Schism, jelas merupakan sebuah isu “baru” tapi “lama” yang dapat menjadi masalah yang sangat mengganggu keharmonisan yang jelas jelas sudah sangat terganggu di negara negara yang masyarakatnya sendiri merupakan umat dari kedua belah agama yang dijadikan “kendaraan” tempur mereka, ISLAM dan KRISTEN. Mereka dengan sangat cerdik dan pintar seakan-akan mengajak para umat manusia dari kedua kubu untuk “berperang” kembali. Dan lebih parah, kemungkinan ini bisa terjadi kapan saja ( mudah mudahan aku tidak hidup untuk melihat perang di negaraku ).

Sedikit sharing dan bercerita… 18 tahun aku hidup di antara masyarakat mayoritas berpenduduk muslim. Dan bahkan aku mempunyai sahabat terbaik dalam hidupku – sampai saat ini – seorang muslim yang hidup dan tinggal dalam keluarga muslim , Bapaknya merupakan seorang haji yang sudah 3 kali menjalankan ibadah haji ketanah suci mereka , mekkah. Mereka tidak pernah sedikit pun menutup pintu dan hati serta mata dan telinganya untuk aku dan keluargaku yang beragama katolik. Bahkan jika hari raya IDUL FITRI datang, saya beserta keluarga akan datang bersilaturahmi kerumah mereka, mengucapkan minal aidin wal faidzin ( saya tidak tahu tulisannya benar atau salah, tapi saya yakin cara membaca saya benar ) mohon maaf lahir dan batin plus hidangan ketupat lebaran yang mereka hidangkan dengan tanpa rasa curiga akan kami makan dengan lahap bersama sama, keluarga besarku dan keluarga besar mereka.

Begitu juga sebaliknya saat hari raya NATAL tiba. Mereka akan datang kerumah kami mengucapkan selamat natal. Semoga damai natal selalu beserta “kita” semuanya, tanpa canggung dia mengucapkan kata kata diatas. Hidangan yang kami suguhkan dilahap dengan rasa senang dan gembira, tanpa ada kecurgiaan sedikit pun, bahwa itu haram dan berasal dari tangan seorang non-muslim. Dan ini tidak hanya terjadi diantara keluarga besar kami. Demikian juga terjadi diantara masyarakat di kompleks dan sekitar kami, selalu saling bersilaturahmi dari pintu ke pintu saling mengucapkan ucapan selamat hari raya tanpa memandang agama. Dan aku selalu ingat, jika bapak haji mawar tadi – nama orang tua temanku – pulang dari tanah suci mekkah, mereka selalu memberikan oleh-oleh untuk kami, sebuah tasbih dan buah korma serta air zam-zam.Dan yang paling berkesan dalam keharmonisan antar umat beragama yang terjadi di kota kecil saya adalah ketika peringatan hari kemerdekaan RI tahun 2003. Disitu kami semua mengadakan sebuah acara , dimana kami duduk pada satu lokasi, makan dengan menu yang dibawa masing-masing dan semuanya saling mencicipi tanpa ada rasa curiga antara satu dengan yang lain. TOP!!!

Aku sendiri dibesarkan di keluarga katolik. Dimana orang tuaku merupakan salah seorang pengurus gereja. Aku diajarkan dengan bimbingan agama yang kuat dan tindakan untuk saling mengasihi antara sesama manusia entah apapun agama dan sukunya. Pedoman hidupku tentu saja ALKITAB. Temanku juga diajari hal yang kurang lebih sama seperti diriku – karena kami pernah sharing tentang agama – .. Dan dia berpedoman pada AL-QURAN. Berarti Kurang lebih kami hidup dengan ajaran agama yang berbeda tetapi pola pikir dan pandangan yang sama.

Maka, aku dapat menyimpulkan sendiri tentang pelaku dan pembuat film FITNA dan SCHISM serta mereka yang terekam di film itu tadi. Bahwa mereka bukan lah seorang MUSLIM dan KRISTEN/KATOLIK yang BENAR. Karena setidaknya aku sudah pernah bertemu dan hidup bersama bahkan mendapatkan pendidikan yang baik dengan dan dari seorang MUSLIM yang benar ( menurut saya ) dan saya yakin, bahwa seorang muslim dan kristen yang benar tidak akan pernah terima dengan peredaran kedua film diatas, bahkan akan bersifat wajar ( biasa saja seakan film tersebut tidak pernah ada ) dan berpendapat bahwa orang bodoh saja yang bakal percaya dan marah akan beredarnya film tersebut. ( ini jawaban yang saya terima ketika saya mengirim sms kepada bapak teman saya tadi ).

Saya jadi ingat akan hal yang dulu pernah diutarakan oleh bapak tersebut, dan hal ini disetujui oleh orang tua serta pastur saya. ” kitab suci, baik itu AL-QURAN dan ALKITAB, merupakan suatu kesempurnaan sebuah tulisan, karena itulah dia disebut wahyu, dan anda tahu ? Wahyu itu merupakan sebuah misteri dengan tingkat kesukaran sangat tinggi. Aljabar, algoritma, pithgoras, dan segala hukum² fisika serta kimia, itu tidak ada apa apa nya dengan penafsiran sebuah wahyu. Bahkan jika andai kata anda berhasil menguasai dan memadukan semua ilmu ilmu tadi, anda belum tentu memiliki kemampuan untuk menerjemahkan sebuah wahyu. Karena sebuah wahyu tidak memiliki batasan ilmu apapun, itulah hebatnya dia.

Dan sekarang anggapan dan penilain saya cuma satu. Para pembuat film diatas, dan orang orang yang terlibat didalamnya serta mereka yang mungkin merasa marah dan tersinggung, merupakan orang yang belum mampu menafsirkan secara benar dan harafiah, serta hanya menelaah secara telanjang isi isi dari kitab suci tersebut. yang berarti bisa saja seorang muslim dan kristen yang tidak benar

Sekian sebuah sharing cerita dari saya. saya tidak bermaksud melecehkan dan menilai seseorang dari segi manapun. Saya hanya melihat dari segi pandang yang telah saya jalani selama masa hidup saya.

Saya tidak menerima comment yang bersifat memicu peperangan, karena saya bukan orang bodoh yang akan cepat tersinggung dan terbakar amarahnya. Jika anda ingin memancing kemarahan orang lain, silahkan muat di blog lain. Saya juga tidak menerima caci maki atas tulisan saya. Saya hanya menceritakan keindahan hidup dengan keharmonisan antar umat beragama di kota saya, sebuah kota kecil yang kami semua seakan akan tidak mengenal penilain minoritas dan mayoritas. Tulisan ini hanya sekedar sharing. Jika anda anggap ini himbaun, silahkan .. mari bersama kita wujudkan keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama tanpa tekanan dan tindakan ofensif apalagi dengan adanya campur tangan pihak yang ingin menggunakan agama sebagai kendaraan tadi. Saya hanya ingin kebebasan saya dalam berekspresi di dunia maya tidak lagi terganggu pemblockan atas website website yang sangat saya butuhkan

4 Tanggapan to “Sekedar menumpahkan isi hati… antara FITNA dan SCHISM antara ISLAM dan KRISTEN dan Kerukunan antar umat beragama”

  1. echy said

    ok I like U’r style,
    benar mirip dengan kehidupan saya lho, makanya saya nda suka terpancing ma namanya isu2 ga jelas dan berbobot.
    tengs fren’k

  2. minal aa’idin wal faizin.
    maaf, terutama koreksi di faizin, bukan faidzin, tapi faiZin, use z not dz, artinya beda.
    bagi saya sendiri -seorang muslim, ucapan tersebut ‘tidak begitu berarti’. jika diterjemahkan artinya adalah ‘termasuk orang-orang yang berhari raya dan yang merayakan kemenangan.’
    banyak yg sudah menggantinya dengan ‘taqabbalallahu minna wa minkum’, yg berarti, ‘Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan Anda pada Ramadhan lalu.’ Tapi kalo Anda ngucapin yang terakhir ini agak nggak nyambung ya…

    Sekedar komentar:
    Hmm, menurut saya, yg bikin masalah itu adalah penafsiran kitab suci. Usamah bin Laden jadi teroris ya gara-gara menafsirkan ayat jihad semaunya sendiri. Hernando Martinez beberapa ratus tahun lalu membantai orang Yahudi di Spanyol, gara-gara penafsirannya juga.
    Kalo saya, lihat bagaimana nabi saya bertindak saja. Ada seorang pendeta Yahudi menagih hutang kepada beliau dengan kasar. Eh, beliau malah tersenyum, mengembalikan hutang beliau plus menambahi dengan hadiah-hadiah lagi. Bagus, kan?
    Tapi beliau juga berperang dengan orang-orang yang memerangi beliau. Ada saat untuk bersikap damai dan ada saat untuk bersikap tegas.
    Kalo menurut saya sendiri, saat di mana saya hidup ini adalah saat yang damai. Alhamdulillah, saya buebaas shalat berjama’ah 5 waktu di masjid semau saya, nggak ada yg ngganggu; saya buebaas mengisi pengajian dengan materi saya sendiri (nggak seperti di Malaysia misalnya: pengajian harus di rumah-rumah, khotbah jum’at ditentukan pemerintah materinya); saya buebaas nulis buku agama tema apa pun; istri saya buebaass pake cadar hitam-hitam belanja di mall-mall; tetangga saya yg katolik suka ngasih saya mangga, beras, dll. Alhamdulillah.

  3. Ahdan Ramdani said

    Sip…

    Mengambil jalan tengah diantara keberpihakan, itu sebuah sikap yang bijak…

    Advokat Rakyat
    http://www.ahdanramdani.wordpress.com

  4. rotyyu said

    Yup, setuju banget nih. Lagi pula kalau kita sampai terpancing dan terjadi kekacauan di negeri ini, yang rugi kita sendiri, kalah jadi abu menang jadi arang begitu kata nenek moyang kita.
    Jadi lebih baik santai saja lah, anggap saja angin (begitu kata naga bonar)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: