Sekedar bertanya sih, sekalian sharing kalo bisa, sebenarnya Aliran sesat itu ada gak sih, jika dengan kondisi seperti ini :
1. Saya mengakui ALLAH, Tuhan maha besar, maha agung dan maha pencipta.
2. Saya mendalami dan mengajari serta mematuhi semua perintahnya dengan segala gaya dan pemikirin saya ( yang berarti tanpa merusak, menghancurkan dan melanggar aturan dan tata tertib yang berlaku di negara saya ).
3. Saya mengakui ada Nabi baru, dalam artian begini, anggap saya bukan seorang katolik, tapi saya seorang atheis dan baru mengakui adanya TUHAN. Saya beranggapan orang yang membawa saya tadi mengenal TUHAN lah yang menjadi nabi bagi saya.- karena tentu dia lah yang mengenalkan agama baru bagi saya – Bukan kah itu salah satu “syarat” mutlak menjadi nabi. CMIIW
4. Saya tidak menggangu dan menghasut serta mengajak orang lain dalam mengimani agama saya yang baru.
Menurut saya sih tidak ada aliran sesat, setelah saya bisa membuka mata mengenai kebebasan seseorang dalam mengimani agamanya ( 10-15 tahun lalu pasti saya tidak akan mengatakan hal yang sama ).
Kenapa saya beranggapan begini, karena :
1. Kalo emang masih sama² memuja dan menyembah TUHAN, berarti kita juga sesat dong ?
2. Bukannya aturan sesat atau tidak itu masih dibuat oleh manusia ? Memang ada ajaran mengatakan “akulah jalan keselamatan, hanya lewat akulah kalian bisa sampai ke surga” dan “nabi muhammad adalah utusan TUHAN”. So ? Kalo ada yang pengen langsung sampai ke TUHAN, tanpa terlebih dahulu melewati para Nabi Nabi yang agung tadi, apakah dia salah ?
Situasi dimana ada aliran sesat menurut saya adalah apabila :
1. Orang itu menyembah POHON, Kuburan, atau lain lain yang dianggap berhala.
2. Orang itu menyembah manusia, tanpa bermaksud ada tujuan menyembah penciptanya.
3. Orang itu melanggar semua peraturan dan hukum serta tata tertib negara dalam menjalankan ajaran agamanya.
So… Gimana nih kira kira ya.. ??